Siang itu aku kejatah siaran campursari, menggantikan jam siaran Mas Yos. Sebagai penyiar di radio bersegmen dangdut-campursari, jatah siaran program apa saja harus bisa. Cuma karena aku tidak bisa bahasa Jawa halus dengan baik dan benar maka siaran campursari begini hanya cadangan.

Jam siaranku cukup dangdutan saja. Tugasnya baca-baca kartu request yang dibeli oleh pendengar. Satu lembarnya Rp. 50 dan laris. Pendengar radio jaman itu sekali beli langsung 50 lembar. Pada beli banyak karena aturan satu kartu request, satu lagu.

Saat itu banyak galauers yang greget abis! Sekali galau, kegalauan-nya didengar orang sak kecamatan lewat radio.

“Dari Putra Petir untuk Putri Teratai di somewhere, ingatlah aku yang pernah peduli sama kamu dan akan tetap peduli.. karena kamu rembulan untuk malamku..isi hatiku, seperti lagu ini, Rembulan Malam…Evi Tamala! _dirimu bagaikan rembulan, dimalam yang sepi_purnama bersinar_menerangi hati.

***

Kembali ke jam siaran campursari tadi, aku akhirnya beruntung karena siang itu acara campursari diganti talkshow, jadi tidak perlu grogi pakai Bahasa Jawa Krama. Jadi syukur banget nanti cuma mandu talkshow. Judul acaranya, ‘satu jam bareng artis campursari, Sentot Selino’.

Sentot adalah penyanyi baru diblantika musik campursari. Tapi tidak sulit untuk segera dikenal karena dia merupakan kakak kandung Didi Kempot. Kedatangannya ke radio waktu itu untuk promo lagu baru. Biar lagunya cepat dikenal luas, nama beken sang adik, Didi Kempot tentu efektif untuk disertakan. Waktu itu Didi Kempot sudah hits banget dengan konser Solo Balapan dimana-mana.

Sentot datang dan mulai bicara tentang lagu barunya juga tentang saudara-saudaranya. Ada Mamik, ada Didi Kempot. “Apa rahasia sukses dibalik nama-nama besar itu?” tanyaku waktu itu. “Rahasianya adalah… tirakatnya Bapak Ibu kami,” jawab Sentot sambil tersenyum bangga.

Dialog ini sudah belasan tahun tapi maknanya akan tetap terkenang abadi. Catatan ini untuk mengenang dua nama besar itu yang telah berpulang ke keabadian.

***

Ambarawa, 2001

Categorized in:

Berita,